Penulis: Azzahra Prania Putri, Editor: Aisyah Puan Maharani


Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia dan mempunyai potensi yang tinggi untuk pengembangan sektor ekonomi syariah. Sektor ekonomi syariah mencakup banyak industri seperti perbankan syariah, keuangan non-bank, pasar modal, rumah sakit islam, hotel, pariwisata, makanan halal, dan fashion. Berdasarkan World Islamic Economic Status Report tahun 2020, Indonesia saat ini menduduki peringkat ke-4, naik dari peringkat ke-5 pada tahun 2019 dan peringkat ke-10 pada tahun sebelumnya.


“Sistem ekonomi syariah berpotensi menggantikan sistem perbankan tradisional karena sistem ini sangat tahan terhadap krisis keuangan global saat ini.“Indonesia, yang memiliki populasi Muslim terbesar di dunia, kita bisa menjadi pionir syariah global,” Johanna Ghani , CEO dan Managing Partner Grant Thornton Indonesia, dalam keterangan tertulis, Sabtu (12 Desember 2020). Indonesia juga dikatakan sebagai pemimpin dalam  jumlah transaksi investasi yang diselesaikan di  sektor ekonomi Islam yang ditampilkan dalam laporan tersebut. Tentu saja ini merupakan kabar baik di tengah perjuangan ekonomi melawan dampak  pandemi virus corona. Berdasarkan Laporan Ekonomi dan Keuangan Syariah tahun 2019 yang dirilis Bank Indonesia di tengah pandemi COVID-19, kinerja ekonomi syariah secara umum lebih tinggi dibandingkan PDB nasional  dengan laju pertumbuhan sebesar 5,72 persen.


Bank Indonesia menyatakan ekonomi syariah memiliki kinerja yang kuat pada tahun 2019 dan memiliki potensi besar  untuk terus berkembang di masa depan, termasuk kemampuannya dalam mendukung upaya penanggulangan dampak pandemi COVID-19. Pangsa pasar syariah yang besar dan terus berkembang di Indonesia merupakan aset penting bagi perkembangan ekonomi dan keuangan syariah tanah air sebagai salah satu  penggerak perekonomian. Salah satu langkah pemerintah untuk memperkuat lembaga keuangan syariah di tanah air adalah dengan melakukan merger tiga bank syariah milik negara yaitu Bank Mandiri Syariah, Bank Syariah BRI, dan Bank Syariah BNI, dengan BRI Syariah menjadi perusahaan yang selamat dari merger ini. Menurut  Moody’s Investors Service, total aset  ketiga bank ini berjumlah 2% dari total aset seluruh bank di Indonesia.


Penggabungan ini diharapkan  selesai pada Februari 2021, menjadikan bank ini ketujuh terbesar  di Indonesia berdasarkan aset. “Penggabungan ketiga bank syariah ini merupakan langkah besar dalam memperkuat perekonomian syariah  Indonesia baik dari  model, aset, produk, dan layanan yang  dapat memastikan terpenuhinya kebutuhan nasabah sesuai  prinsip syariah,” kata Joanna.  Sektor ekonomi syariah lain yang berkembang pesat di Indonesia adalah industri produk halal.Bagi pengusaha, sertifikasi halal dapat digunakan untuk menarik pembeli dan meningkatkan keamanan dalam mengonsumsi produk.Label halal sekaligus membantu konsumen merasa percaya diri dan tenang dalam memilih produk.


Transaksi produk halal di e-commerce juga terus meningkat, menunjukkan bahwa prospek bisnis bisnis syariah sangat menjanjikan di masa pandemi COVID-19 melalui pemanfaatan teknologi digital.  Maraknya kosmetik halal, munculnya aplikasi-aplikasi smartphone yang mampu menawarkan berbagai model hijab dan fungsi al-Quran digital, menunjukkan bahwa keberadaan industri halal  semakin diapresiasi oleh masyarakat. “Potensi pengembangan ekonomi syariah masih sangat tinggi dan sangat didukung oleh tingkat kesadaran masyarakat muslim Indonesia saat ini terhadap konsumsi barang dan jasa halal. Di tengah resesi yang menerpa ekonomi syariah, “Ini adalah sebuah peluang. Dan peluang potensial bagi pelaku ekonomi,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *