Penulis: Yohana Novitasari, Editor: Aisyah Puan Maharani


Lingkungan merupakan titipan Allah kepada makhluk bumi untuk dijaga dan dijadikan ladang dalam mencari kebaikan, bekal di akhirat kelak. Sebagai warga Indonesia, negara yang dijuluki sebagai paru paru dunia, harus memiliki kesadaran dalam pelestarian lingkungan hidup. Hubungan antara manusia dan lingkungan alam sangatah erat. Ketergantungan satu sama lain untuk menjaga ekosistem dan kualitas lingkungan hidup berperan penting didalamnya. Namun saat ini, kerusakan lingkungan hidup menjadi isu utama yang mengancam kelestarian lingkungan di dunia, khusunya Indonesia. Penebangan illegal yang dilakukan untuk kepentingan pribadi ataupun komersial menyebabkan hutan gundul dan banyak terjadi bencana alam yang merugikan manusia.

Menurut para ahli, Emil Salim, mengemukakan bahwa lingkungan hidup merupakan suatu kondisi dan pengaruh yang terdapat disuatu ruangan dan mempengaruhi kehidupan manusia. Sedangkan menurut St.Munajat Dabusaputra, lingkungan merupakan segala benda dan kondisi yang didalamnya termasuk kehidupan manusia. Maka dapat dikatakan lingkungan tidak hanya sekedar tanah, tumbuhan maupun hewan, namun kehidupan dan aktivitas manusia termasuk didalamnya. Dalam al-Qur’an telah dijelaskan agar manusia menjaga kelestarian lingkungan hidup. Dalam al-Qur’an dijelaskan dalam Q.S Al-A’raf:56

وَلَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ بَعْدَ اِصْلَاحِهَا وَادْعُوْهُ خَوْفًا وَّطَمَعًاۗ اِنَّ رَحْمَتَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِيْنَ

“Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diatur dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik.”.

Faktor agama yang di analogikan dalam pelestarian lingkungan contohnya adalah, sodaqoh melalui ”infaq pohon”. Yang dimaksud dengan ”infaq pohon”, adalah menanam kembali pohon pohon yang telah rusak. Amalan ini merupakan amalan jariyah, yang mana pohon akan terus memberi manfaat kepada semua makhluk hidup. Akar pohon yang menyerap air hujan, daun, dahan dan ranting sebgai penyejuk cuaca serta menghasilkan oksigen yang bermanfaat untuk kehidupan manusia untuk bernafas. Selain itu, paradigma ekologis al-Qur’an juga berbicara tentang tugas manusia sebagai wakil Allah yang berperan sentral dalam menjaga keseimbangan alam.

Berdasarkan hal tersebut, kaloborasi antara sudut pandang al-Qur’an dan pelestarian lingkungan hidup mempunyai tujuan dan misi yang sama, yaitu mencapai rahmatan il-’alamin. Al-Qur’an dijadikan sebagai kacamata pandang dalam penyelamatan lingkungan dan peradaban manusia. Dengan tujuan sebagai problem solving dan meminimalisir kerusakan lingkungan, serta meningkatkan kesadaran iman manusia dalam pelestarian lingkungan. Pemikiran yang muncul dan semakin berkembang, tidak dapat dijadikan jaminan dalam pelestarian lingkungan. Prespektif al-Qur’an tentang kelestarian lingkungan dirasa perlu pendalaman dengan salah satu ayat dalam al-Qur’an, salah satunya Q.S Al-A’raf:56. Penafsiran dengan menganalisis ayat tersebut. Dengan tujuan memahami teks dan kontekstual untuk mencapai maqsud tertentu dan menyampaikan kepada kaum umat muslim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *