Penulis: Nadiya Berliana Putri, Editor: Aisyah Puan Maharani

Serunya Ramadhan di tahun 2024 ini dengan berbagai peristiwa, salah satunya adalah isitlah “WAR TAKJIL” atau “HUNTING TAKJIL” yang telah terjadi dan membuat umat Islam dan Non-Islam di Indonesia menjadi rukun. Bulan puasa adalah salah satu ibadah pada kaum Islam yang dilakukan selama satu bulan dalam satu tahun, yang dilakukan untuk menahan diri agar tidak makan dan minum dari terbitnya (waktu subuh) sampai terbenamnya matahari (waktu maghrib). Selama ini banyak dari umat muslim di Indonesia mencari Takjil (/tak.ji/ mempercepat dalam berbuka puasa atau istilah umumnya adalah sesuatu yang dimakan sesaat setelah berbuka puasa, berupa makanan manis seperti kolak pisang, es campur dan lain sebagainya. Hal Takjil ini sudah menjadi hal kebiasaan dibulan Ramadhan di Umat Islam Indonesia.


Bulan Ramadhan menjadi momen kebersamaan dan dapat memperlancar keberlangsungan para penjual UMKM takjil, mencari Takjil dapat dilakukan pada waktu sore pukul jam 16.00 WIB sampai adzan berkumandang. Banyak masyarakat yang menjual dan membeli Takjil ditempat ramai seperti pasar dan pinggir jalan, namun hal yang menjadi kesenangan semua umat Islam adalah Takjil Gratis. Hal itu menjadi suatu peristiwa yang sangat menarik dan saling toleransi antar agama juga, dimana semua kalangan masyarakat umat Islam termasuk juga Non-Islam ikut dalam berburu Takjil Gratis ataupun juga membeli saat buka puasa. Ketersaingan dalam berburu takjil membuat masyarakat Islam merasa harus “SIAPA CEPAT DIA DAPAT!” yang membuat lebih berangkat awal mencari takjil agar tidak kehabisan dahulu.


Berbagai trik masyarakat dilakukan salah satunya seperti “seorang Wanita Non-Islam yang berpakaian muslim demi berburu takjil”dan berbagai konten kreatif di aplikasi Tiktok, hal tersebut membuat beberapa Content Creator menyuruh untuk menyebutkan rukun islam kepada pencari takjil untuk memastikan Islam atau Non-Islam dan untuk membalas menyerbu beberapa bahan makanan ketika hari Paskah (seperti pada video milik Rebecca NH).


Maka dari itu, hal yang terpenting ini sehingga dapat memperkuat ikatan sosial dan solidaritas antar berbagai kelompok dan memberikan kesempatan menghargai keberagaman. Disisi lain risiko yang akan timbul dari peristiwa tersebut akan ada beberapa oknum yang membuat kesalahpahaman dan kemungkinan dapat membuat lingkungan bercecer sampah jika membuat sampah sembarang, juga beberapa terdapat risiko dalam mencari takjil, sebagai berikut:


  1. Pengeluaran yang tidak kedapatanUmat muslim yang hendak membeli takjil dapat merasa tidak kedapatan karena para non-muslim yang turut berburu takjil menjelang buka puasa
  1. Takjil habis, umat muslim yang hendak membeli takjil dapat merasa tidak kedapatan karena takjil yang dijual habis
  1. Kualitas takjil, umat muslim yang hendak membeli takjil dapat merasa tidak puas karena kualitas takjil yang dijual tidak mengenyangkan
  1. Harga takjil, umat muslim yang hendak membeli takjil dapat merasa tidak kedapatan karena harga takjil yang dijual tidak teratur
  1. Kesadaran tentang tradisi, umat non-muslim yang turut berburu takjil dapat tidak kesadar tentang tradisi berburu takjil yang berasal dari islam
  1. Kesan kepada pengusaha, umat muslim yang hendak membeli takjil dapat merasa tidak kedapatan karena para pengusaha yang tidak mampu menyediakan banyak takjil
  1. Kesan kepada hukum, umat muslim yang hendak membeli takjil dapat merasa tidak kedapatan karena hukum yang tidak mengatur berburu takjil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *