Penulis: Umdah Aulia Rohmah, M.H, Editor: Aisyah Puan Maharani


Hari Kenaikan Yesus Kristus merupakan salah satu momen penting dalam kalender liturgis umat Kristen yang diperingati sebagai penegasan iman atas kebangkitan Yesus Kristus dan kedudukan-Nya di sisi Allah Bapa. Dalam perspektif moderasi beragama, penghormatan terhadap perayaan ini tidak hanya mengacu pada umat Kristen saja, tetapi juga menyoroti nilai-nilai inklusivitas, toleransi, dan saling penghargaan antarumat beragama.


Moderasi beragama mendorong kita untuk menghormati perayaan agama lain sebagai wujud penghargaan terhadap pluralitas keyakinan dalam masyarakat. Dalam konteks Hari Kenaikan Yesus Kristus, penghormatan ini dapat diwujudkan melalui sikap saling menghormati waktu dan ruang ibadah umat Kristen, serta memahami makna dan pentingnya perayaan tersebut bagi umat tersebut. Sikap ini mencerminkan semangat inklusivitas yang menjadi salah satu pilar moderasi beragama.


Selain itu, perspektif moderasi beragama menekankan pentingnya dialog antaragama sebagai sarana untuk memperkuat hubungan antarumat beragama. Melalui dialog yang berbasis pada saling penghargaan dan pemahaman, kita dapat memperdalam pengetahuan tentang keyakinan agama lain dan memperkuat kerjasama dalam membangun masyarakat yang lebih harmonis. Dalam konteks Hari Kenaikan Yesus Kristus, dialog semacam ini dapat membantu memperjelas makna dan nilai-nilai perayaan bagi umat Kristen, sambil memperkuat kerukunan antarumat beragama.


Moderasi beragama juga menyoroti pentingnya menjaga kebebasan beragama dan hak untuk menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinan masing-masing. Menghormati Hari Kenaikan Yesus Kristus berarti mengakui dan melindungi hak umat Kristen untuk merayakan perayaan tersebut tanpa hambatan atau diskriminasi. Sikap ini mencerminkan komitmen terhadap prinsip-prinsip kemerdekaan beragama dan keadilan bagi semua warga negara, yang merupakan nilai-nilai universal dalam perspektif moderasi beragama.


Dalam konteks lebih luas, menghormati Hari Kenaikan Yesus Kristus juga dapat menjadi kesempatan bagi umat beragama lain untuk merenungkan nilai-nilai kasih, perdamaian, dan pengampunan yang diajarkan oleh Yesus Kristus. Pesan-pesan ini, meskipun berakar dalam tradisi Kristen, memiliki relevansi universal dan dapat menginspirasi umat dari berbagai keyakinan untuk bertindak dalam kasih dan kepedulian terhadap sesama. Dengan demikian, penghormatan terhadap Hari Kenaikan Yesus Kristus tidak hanya menjadi momen bagi umat Kristen untuk merayakan iman mereka, tetapi juga kesempatan bagi semua umat beragama untuk bersatu dalam semangat kasih dan perdamaian.


Dalam kesimpulannya, menghormati Hari Kenaikan Yesus Kristus dalam perspektif moderasi beragama melibatkan pengakuan terhadap pluralitas keyakinan, dialog antaragama yang menghormati, perlindungan terhadap kebebasan beragama, dan pengakuan akan nilai-nilai universal kasih dan perdamaian. Dengan memperjuangkan sikap inklusif dan saling penghargaan ini, kita dapat membangun masyarakat yang lebih harmonis dan sejahtera bagi semua umat beragama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *