Penulis: Siti Mukaromah, Editor: Aisyah Puan Maharani

Zakat adalah rukun Islam yang ketiga Zakat merupakan doa yang menandakan ketaatanseorang hamba kepada Allah SWT. Ibadah zakat mempunyai dua dimensi, yaitu dimensi vertikal (hablumminAllah) dan dimensi horizontal (hablumminannas). Kewajiban membayar Zakat disebutkan sebanyak 82 kali dalam Al-Quran, hal ini menunjukkan bahwa Zakat memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Zakat merupakan salah satu bentuk jaminan sosial khusus yang tertuang dalamajaran Islam dan berfungsi sebagai mesin penggerak perekonomian nasional melalui sektor produktif yangdikuasai oleh penerima manfaat1. Zakat merupakan salah satu bentuk jaminan sosial khususyang tertuang dalam ajaran Islam . Lebih lanjut, zakat dapat menjadi media untuk mengurangi ketimpangan pendapatan dan menjembatani jaminan sosial. Menjamin adanya disparitasantara umat Islam yang kaya dan miskin, antara muzaki dan mustahik, dan tidak adanyamonopoli atau penumpukan kekayaan di kalangan minoritas umat Islam, kelompok umat Islam tertentu2 Allah.

Menurut Hafidhuddin (2002), Zakat mempunyai beberapa arti secara kebahasaan. yaitu, keberkahan (al-barakatu), pertumbuhan dan perkembangan (al-namaa), dan kesucian (ath- thaharatu). Zakat dalam arti Masu. Zakat berbeda dengan sumber pendapatan negara lainnyadimana pembayaran Zakat diwajibkan bagi umat Islam (Ibrahim, 2008). Allah berfirman dalam QS: Atawbah: 71 Membayar Zakat merupakan salah satu ciri orangberiman. Dan orang-orang beriman, baik laki-laki maupun perempuan, sebagiannya menolongsebagian yang lain. Mereka memerintahkan (berbuat) kebaikan, mencegah kemunkaran, menunaikan shalat, membayar zakat, dan menaati Allah dan Rasul-Nya. Anda akan diberkati oleh Tuhan. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana. Reputasi merupakan faktor yang sangat penting karena menentukan tingkat kepercayaanmasyarakat, termasuk loyalitas muzaqis dalam menunaikan kewajiban zakat. risiko distribusi. Hal ini berkaitan dengan ketidaksesuaian antara rencana penjualan dengan pelaksanaan dilapangan risiko operasional. Hal ini terkait dengan kegiatan operasional lembaga Amir. risiko transfer zakat antar negara. Risiko yang mungkin terjadi termasuk apakah dana Zakat yangdiberikan oleh negara donor kepada negara penerima sesuai dengan rencana yang telahdisepakati.

Dengan menerapkan manajemen risiko pada lembaga Zakat, tujuan organisasi dapat tercapai
dan meminimalkan terjadinya risiko yang signifikan. Pengenalan manajemen risiko padalembaga zakat diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan baik masyarakat Muzaqi
maupun Mustahik yang memberi masukan pada lembaga tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *