Penulis: Intan Ayu Insyani, Editor: Aisyah Puan Maharani

Meningkatkan Keamanan Kualitas Makanan Selama Bulan Ramadhan juga harus diperhatikan. Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan berbagai tradisi dan ritual bagi umat Muslim di seluruh dunia. Salah satu dari tradisi yang sangat penting adalah berpuasa, yang berarti menghindari makan dan minum dari fajar hingga matahari terbenam. Selama bulan Ramadhan, disaat lelah dan lesu yang dirasakan para kaum Muslim memicu perasaan malas dan tidak bersemangat untuk memasak atau mengolah makanan, banyak yang lebih memilih untuk membeli makanan siap saji atau takjil siap makan. Berikut merupakan risiko-risiko kualitas makanan selama bulan Ramadhan yang harus dihindari:

  1. Makanan yang sudah berkali-kali diolah
  2. Makanan kadaluarsa
  3. Makanan yang cara penyimpanan nya tidak tepat
  4. Penggunaan bahan pengawet atau MSG yang berlebihan pada makanan

Selain menerapkan strategi-strategi untuk manajemen risiko, terdapat juga beberapa prinsip keamanan makanan yang baik yang dapat diterapkan selama bulan puasa. Beberapa prinsip tersebut meliputi:

  1. Mencuci tangan dengan sabun sebelum memasak atau menyajikan makanan.
  2. Menghindari pengolahan makanan dengan bahan-bahan yang tidak berkualitas atau dalam kondisi sudah tidak layak konsumsi.
  3. Menghindari mengolah ulang makanan sisa.
  4. Tidak menyimpan makanan terlalu lama dan pastikan untuk mengonsumsi makanan secepat mungkin.

Secara umum, menjaga keamanan makanan selama Ramadhan memerlukan kombinasi dari berbagai strategi manajemen risiko seperti yang telah dijelaskan di atas. Dengan memperhatikan kebersihan dan keamanan makanan, serta menerapkan strategi yang tepat, menjaga kesehatan selama puasa akan menjadi lebih mudah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *