Kemulian terbesar adalah menjadi hamba Allah swt., dan bagian dari ummat Nabi Muhammad Saw.

Imam al-Qadhi ‘Iyadh berdendang dalam puisinya:

ومما زادني شرفا وتيها … وكدت بأخمصي أطأ الثريا
دخولي تحت قولك يا عبادي … وأن صيرت أحمد لي نبيا

“Yang membuatku semakin terhormat dan mulia,
dan hampir saja (karena bahagia) telapak kakiku menyentuh bintang tsuroyya,
saat Engkau memanggilku: “wahai hambaku!”,
dan Engkau jadikan Ahmad sebagai nabiku.”

Dengan menjadi santri kita terus belajar menyadari makna menjadi hamba Tuhan, dan berusaha sebaik mungkin meneruskan misi kenabian..

*

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *