Momen ketika yang dipersilahkan peserta sebelah sini tapi yang pegang mic sembari teriak “tor, sini tor”, di sebelah sono. Multitasking: wajah melihat ke arah peserta yang dipersilahkan tangan kode ke peserta yang ngotot.
Mau heran tapi ini Bahtsul Masail. Tapi tak apa-apa justru di sana yang menjadi kekhasan. Dan yang utama, diskusi bisa hidup sekaligus seru.
Di sinilah moderator dituntut fair sekaligus tegas: fair memberi kesempatan kepada semua peserta tanpa pandang bulu dan tegas jika omongan sudah ke sana kemari.
Moderator sesuai namanya harus moderat. moderat itu proporsional. memberi kesempatan pada siapapun dan berprasangka baik pada siapapun.
Ia juga harus fleksibel tidak boleh ekstrem. Jika moderator ekstrem berarti tidak moderat. sama persis dengan orang moderat ia tidak boleh ekstrem. moderat jika ekstrem maka bukan moderat.
Jika ada orang moderat tapi ekstrem maka tipologi sementara keagamaan kita perlu ditambah. Selama ini kita mengenal ekstrem kanan, yang diatribusikan pada kelompok fundamentalis-ekstrimis, kelompok kiri yang disematkan pada mereka yang liberal, sekarang perlu ditambah satu term ekstrem, yaitu ekstrem tengah.
Siapa mereka? mereka adalah orang moderat yang ekstrem dengan kemoderatannya. Bahasa sederhananya, jika ia seorang mazhab Asy’ari maka lebih Asy’ari dari al-Imam al-Asy’ari atau jika dia orang NU maka ia lebih NU dari pendiri NU, Kiai Hasyim Asy’ari.

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *