Penulis: Ira Anisa, Editor: Aisyah Puan Maharani


Bulan Ramadhan adalah bulan suci dalam agama Islam yang dianggap Istimewa oleh umat Islam di seluruh dunia. Selama satu bulan Ramadhan, umat Islam berpuasa dari fajar hingga terbenamnya matahari. Menahan diri dari makanan, minuman dan aktivitas-aktivitas lain yang dapat membatalkan puasa. Bulan Ramadhan memiliki banyak keistimewaan yang membuatnya menjadi waktu yang sangat berarti bagi umat Islam.


Pada bulan Ramadhan tahun 2024 Masehi/1445 Hijriyah ada salah satu fenomena yang menarik di Indonesia yaitu fenomena ‘perang takjil’ antara umat muslim dengan umat non-muslim. Dimana kedua umat tersebut saling berbondong-bondong membeli makanan dan minuman yang dijual di bulan Ramadhan. Takjil sendiri merupakan hidangan yang dijual dan disediakan untuk dikkonsumsi saat berbuka puasa di bulan Ramadhan. Takjil juga suatu tradisi yang diikuti oleh umat Islam di seluruh dunia termasuk Indonesia.


Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah, Kiai Cholil Nafis, menyebutkan umat non-muslim ikut membeli makanan dan minuman takjil yang dijual di banyak tempat. Ini merupakan jual beli biasa, dan tidak ada masalah jika mereka membeli takjil. Tren perang takjil ini menjadi suasana yang tak biasa di media sosial, dengan banyaknya non-muslim yang antusias membeli takjil buka puasa pada Ramadhan 2024.


Tren perang takjil ini merupakan salah satu contoh toleransi yang tinggi dan kesatuan Masyarakat Indonesia. Bahkan ada salah satu pendeta mengatakan kepada para Jemaat di gereja bahwa “Soal agama kita toleran, tapi kalo soal takjil kita duluan”. Fenomena ini juga menarik perhatian di media sosial, dengan banyaknya konten-konten berburu takjil yang menjadi rebutan beredar dimana-mana. Hampir semua orang di Indonesia membicarakan fenomena ini dengan diselimuti dengan kelucuan dan kerendoman warga Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *