Ekonomi Syariah

Manajemen Resiko

Penulis: Putri Amellia Nurhaliza, Editor: Heri Purnomo

Manajemen risiko merupakan salah satu kunci keberhasilan suatu perusahaan. Mengapa demikian? Karena dengan adanya manajemen risiko keputusan yang diambil suatu perusahaan akan di identifikasi atau di analisis terlebih dahulu. Dengan kata lain manajemen risiko mempunyai arti yang sama seperti sedia payung sebelum hujan. Mengapa? Karena Manajemen risiko itu mencegah masalah sebelum masalah itu terjadi. Manajemen risiko ada untuk meminimalisir adanya kegagalan atau kerugian, meskipun tidak semua risiko bisa diprediksi. Risiko-risiko baru bermunculan seiring berjalannya waktu. Oleh karena itu harus tetap waspada akan adanya masalah yang bisa kapan saja terjadi. Tetapi setidaknya ada beberapa risiko yang bisa diatasi dan itu sangat bermanfaat bagi perusahaan. Manfaat yang dirasakan oleh perusahaan akan adanya manajemen risiko yaitu terstrukturnya kinerja perusahaan, meningkatkan keuntungan, meminimalisir kegagalan atau kerugian, memperlancar perusahaan untuk mencapai tujuan, memberi rasa aman terhadap perusahaan dan lain sebagainya.


Diilustrasikan kita mempunyai sebuah perusahaan, agar perusahaan yang dibangun berhasil harus dimulai dengan para pegawai yang berkompeten dalam bidangnya. Oleh karena itu untuk meminimalisir adanya pegawai yang kinerjanya kurang, sebelum merekrut karyawan harus dilakukan interview yang mendalam agar tidak menemukan pegawai yang kinerjanya kurang. Identifikasi risiko tersebut sangat bermanfaat bagi keberlangsungan kinerja perusahaan. Selain itu dalam segi pembiayaan agar tidak melonjak diberlakukan penjagaan agar anggaran  yang dikeluarkan sesuai dengan rencana.

Berkah Ramadhan Meningkatnya Permintaan dan Peluang Usaha Baru

Penulis: Devi Safitri Yuliani, Editor: Heri Purnomo

Setiap tahun, umat Muslim di seluruh dunia menyambut bulan suci Ramadhan dengan penuh antusiasme dan kesungguhan. Bulan yang penuh berkah ini tidak hanya membawa perubahan dalam aspek spiritual, namun juga membuka peluang ekonomi yang signifikan. Pada bulan Ramadhan, beberapa jenis barang dan jasa mengalami lonjakan permintaan. Misalnya, kebutuhan akan makanan sahur dan berbuka puasa yang praktis dan lezat meningkat tajam. Ini menciptakan peluang besar bagi industri kuliner, dari restoran hingga usaha kecil dan menengah (UKM) yang bergerak di bidang kuliner rumahan. Tak hanya itu, permintaan akan pakaian baru, terutama busana muslim, juga mengalami peningkatan signifikan, memberikan peluang bagi para desainer dan penjual pakaian.

Peluang usaha baru untuk kuliner tematik Ramadhan seperti inovasi dalam sajian menu berbuka puasa menjadi peluang usaha yang menjanjikan. Berbagai paket makanan sahur atau berbuka dengan variasi menu yang kaya akan bisa menarik minat konsumen. Ramadhan menjadi momentum bagi para pelaku usaha fashion untuk mengeluarkan koleksi terbaru mereka. Mulai dari baju koko, gamis, hijab, hingga aksesoris, semua menjadi lebih variatif dan inovatif untuk memenuhi selera pasar. Bisnis parcel dan hampers mengalami lonjakan permintaan menjelang Lebaran. Usaha ini dapat dimulai dengan modal yang relatif kecil, tergantung pada jenis dan kualitas barang yang ditawarkan.

Menjelang hari raya Idul Fitri, aktivitas ekonomi kembali mengalami lonjakan. Dikenal juga sebagai momen “Lebaran”, ini adalah waktu di mana masyarakat berlomba-lomba untuk melakukan belanja kebutuhan hari raya, mulai dari pakaian baru hingga berbagai perlengkapan untuk menyambut hari kemenangan. Pusat perbelanjaan, toko online, hingga pasar tradisional menjadi saksi bisu peningkatan transaksi jual beli yang signifikan. Menariknya, fenomena ini tidak hanya terjadi di kota-kota besar, tetapi juga merata di berbagai daerah.

Bulan Ramadhan membawa berkah tak hanya dalam dimensi spiritual, namun juga membuka luas pintu peluang usaha seperti inovasi dan kreativitas menjadi kunci utama baik dalam produk maupun dalam pemasarannya. Dengan persiapan yang matang dan strategi yang tepat, Ramadhan bisa menjadi momentum emas untuk mengembangkan usaha dan berkontribusi pada ekonomi umat.

Manajemen Risiko dalam Konteks Zakat dan Ekonomi

Penulis: Risti Hanafiyanti Noviana, Editor: Heri Purnomo

Zakat, sebagai salah satu pilar penting dalam ekonomi Islam, tidak hanya berfungsi sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga memiliki peran strategis dalam manajemen risiko ekonomi umat. Beberapa poin penting tentang hubungan antara zakat dan manajemen risiko dalam  ekonomi:

  1. Redistribusi Kekayaan

Zakat memainkan peran penting dalam redistribusi kekayaan di masyarakat. Dengan memberikan zakat, individu dan perusahaan membantu mengurangi kesenjangan ekonomi, sehingga mengurangi risiko ketidaksetaraan sosial yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi.

  1. Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Melalui zakat, dana yang terkumpul dapat digunakan untuk memberdayakan ekonomi masyarakat yang kurang mampu. Hal ini dapat dilakukan melalui program-program pengembangan ekonomi seperti pendidikan, pelatihan keterampilan, dan penyediaan modal usaha bagi mereka yang membutuhkan.

  1. Mengurangi Risiko Kemiskinan

Zakat juga membantu mengurangi risiko kemiskinan dengan memberikan bantuan kepada individu atau keluarga yang membutuhkan. Dengan demikian, zakat dapat mengurangi risiko sosial dan ekonomi yang terkait dengan kemiskinan, seperti ketidakstabilan kesehatan, pendidikan, dan keamanan pangan.

  1. Mendorong Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan

Dengan membantu masyarakat yang kurang mampu untuk meningkatkan kesejahteraan mereka melalui zakat, ekonomi dapat tumbuh secara inklusif dan berkelanjutan. Hal ini akan membantu mengurangi risiko ketidakstabilan ekonomi yang disebabkan oleh ketimpangan dan ketidaksetaraan.

  1. Pengelolaan Zakat yang Efektif

Untuk memaksimalkan manfaat zakat dalam manajemen risiko ekonomi, penting untuk memiliki sistem pengelolaan zakat yang efektif dan transparan. Ini termasuk pengumpulan, distribusi, dan pengawasan dana zakat untuk memastikan bahwa dana tersebut digunakan secara efisien dan berdampak maksimal.

Dengan memahami pentingnya zakat dalam manajemen risiko ekonomi, kita dapat mengapresiasi peran zakat dalam menciptakan ekonomi yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan stabil bagi masyarakat Muslim maupun umat manusia secara luas.