Penulis: Muhammad Arfianto Pandu W, Editor: Aisyah Puan Maharani


Dalam era di mana informasi menjadi salah satu sumber daya organisasi terpenting, pengelolaan data menjadi sangat penting. Para profesional TI, pengembang perangkat lunak, dan pemangku kepentingan lainnya harus memahami database dan sistem basis data dengan baik karena merupakan komponen penting dalam mengorganisir dan mengelola data dengan baik. Kumpulan data terstruktur yang dapat diakses dan disimpan secara terpusat disebut database, dan sistem basis data adalah perangkat lunak yang dimaksudkan untuk mengelola dan mengakses database. Dengan demikian, sistem basis data menawarkan antarmuka antara pengguna atau aplikasi dengan data yang tersimpan, yang memungkinkan mereka untuk mencari, menyunting, dan mengambil data dengan cepat.

Database dan sistem basis data semakin penting seiring dengan kemajuan teknologi informasi. Organisasi kontemporer menghadapi kesulitan dalam mengelola jumlah data yang besar, beragam, dan semakin kompleks yang mereka miliki. Misalnya, data tentang pelanggan, transaksi, dan operasional sangat penting untuk pengambilan keputusan strategis dalam bisnis. Sebaliknya, organisasi juga dihadapkan pada tekanan untuk memastikan data mereka aman, jujur, dan tersedia.Diperlukannya basis data dalam suatu perusahaan, pada dasarnya adalah untuk kemudahan dan kecepatan dalam pengambilan data.

Basis data tidak seperti lemari arsip, di mana setiap rak dapat menyimpan dokumen manual yang terdiri dari lembaran kertas. Masalah dengan lemari arsip adalah proses penelusuran data yang lambat, seperti yang ditunjukkan pada gambar. Misalkan Anda ingin menemukan arsip pegawai tertentu. Untuk menemukan hasilnya, akan membutuhkan waktu yang lama karena proses pencarian harus mencari seluruh dokumen, yang dapat memakan waktu lebih lama.Berikut adalah beberapa alasan mengapa sebuah organisasi atau perusahaan memerlukan sebuah basis data, diantaranya:

  1. Membantu Pengelolaan Data yang Besar

Basis data memiliki kemampuan untuk menyimpan dan mengelola data yang sangat besar secara rinci dan terintegrasi. Jika Anda menggunakan perangkat lunak spreadsheet seperti Microsoft Excel atau ApacheOpenOfficeCalc, Anda tidak akan dapat mencapai hal ini karena kapasitas penyimpanan dan kecepatan pengolahan data yang sangat rendah.

  1. Akurasi Data

Basis data memiliki fitur constraints dan defaultvaluecheck, yang keduanya mencegah penghapusan atau perubahan data dari tabel karena data dalam tabel tersebut memiliki keterkaitan dengan tabel lain. Sementara itu, defaultvaluecheck adalah proses pengujian jika data yang dimasukkan ke dalam basis data tidak memiliki nisbah yang tepat.

  1. Mudah dalam Proses Manipulasi Data

Sebuah perangkat lunak basis data, memiliki fitur yang membantu melakukan proses manipulasi data, seperti menambahkan, mengubah, atau menghapus data. Salah satu fitur ini adalah Data ManipulationLanguages (DML), yang termasuk dalam bahasa pertanyaan struktural (SQL).

  1. Keamanan Data

Perangkat lunak basis data memiliki fitur keamanan yang bertujuan untuk mencegah data yang tidak diinginkan masuk. Sebagai contoh, untuk menjaga data tetap aman, pengguna harus melakukan login terlebih dahulu sebelum dapat memperoleh informasi yang diinginkan.

  1. Integritas Data

Basis data memiliki kemampuan untuk menjamin integritas data karena memiliki fitur yang mengikatnya. Sebagai contoh, jika data Tabel A berubah, tabel yang berhubungan dengan Tabel A akan mengikuti perubahan tersebut, atau basis data akan mencegah Tabel A berubah. Demikian juga dengan proses penambahan dan penghapusan data. Hal ini memastikan integritas data.

 

A.    PENGERTIAN BASIS DATA

     Berbicara tentang basis data dapat diartikan bahwa seluruh data yang disimpan
dalam sebuah basis data ditempatkan pada masing-masing table/filesesuai dengan
fungsinya. Dengan tersimpannya data dalam basis data tersebut, maka akan dengan
mudah dapat melakukan penelusuran data yang diinginkan sehingga berdampak pada
waktu pencarian yang lebih efisien.

Di dalam suatu media penyimpanan (misalnya harddisk), dapat ditempatkan lebih
dari 1(satu) basis data secara elektronik. Namun, tidak semua bentuk penyimpanan data
yang disimpan secara elektronik dikatakan basis data karena ketika menyimpan
dokumen di dalam sebuah harddisk, harddisktersebut dapat berisi data fileteks dari
program pengolahan kata, spreadsheet, dan lainnya.Yang ditekankan dalam basis data adalah pengaturan, pemilahan,pengelompokan, dan pengorganisasian data yang disimpan sesuai dengan fungsinya.Hal tersebut bisa berbentuk sejumlah file, tableterpisah, atau dalam bentuk pendefinisian kolom (field) data dalam setiap file atau table tersebut. Basis Data berasal dari kata Basis dan Data. Adapun pengertian dari kedua kata
tersebut adalah sebagai berikut:7

  1. Basis dapat diartikan sebagai markas atau gudang atau tempat bersarang atau
    tempat berkumpul.
  2. Data dapat diartikan sebagai representasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti manusia (pegawai, siswa, pembeli, dan pelanggan), barang, hewan, peristiwa, konsep, keadaan, dan sebagainya. Objek tersebut direkam dalam bentuk angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi, atau kombinasinya

Dalam Basis Data sebagai satu kesatuan dapat didefinisikan sebagai berikut:

  1. Himpunan kelompok data yang saling berhubungan dan terorganisasi dengan
    baik agar kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah.
  2. Kumpulan data yang saling berhubungan dan disimpan dengan baik secara
    bersama-sama tanpa pengulangan (redudansi) yang tidak diperlukan.
  3. Kumpulan file, tabel, atau arsip yang saling berhubungan dan disimpan dalam
    satu media penyimpanan elektronik. Kumpulan fileini selanjutnya disebut Tabel
    (Table) sebagai komponen utama untuk membangun basis data. (Fathahansyah,
    2015)

 

Dalam beberapa literatur, basis data telah didefinisikan dengan cara yang
berbeda. Salah satu definisi yang cukup lengkap dan baik tentang istilah basis data
adalah yang diberikan oleh James Martin (1975) dalam buku Sistem Basis Data (Edhy
Sutanta, 2004, h. 17) sebagai berikut:

“A database maybe defined as a collection ofinterrelated data storedtogether
without harm fulorunnec essary redundan cytoser veoneor more application in an optimal fashion; the data are stored sothatthey are independen to fprograms
itsusedthe data; a commonand controlled approachitsused in addingnew
data and in modifying and retrievingexiting

Basis Data dapat dipahami sebagai suatu kumpulan data terhubung yang
disimpan secara bersama-sama pada suatu media. Walaupun disimpan secara bersamasama dan saling terhubung, kumpulan data tersebut tersimpan tanpa saling tumpang
tindih satu sama lain atau tidak terjadi kerangkapan data. Namun, jika pun terjadi
kerangkapan data maka kerangkapan data tersebut harus terjadi seminimal mungkin dan
dapat terkontrol. Beberapa kondisi data di dalam suatu basis data diantaranya:

  1. Data disimpan dengan cara-cara tertentu sehingga memudahkan ketika akan
    digunakan atau ditampilkan kembali.
  2. Data dapat digunakan oleh satu atau beberapa program aplikasi secara optimal.
  3. Data disimpan tanpa mengalami ketergantungan dengan program-program yang
    akan menggunakannya.
  4. Data disimpan sedemikian rupa sehingga proses penambahan, pengambilan, dan
    modifikasi data dapat dilakukan dengan mudah dan terkontrol.

Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa pengertian basis data adalah
koleksi terpadu dari data yang saling berkaitan dan dirancang untuk memenuhi
kebutuhan informasi suatu organisasi. Masing–masingtable/filedi dalam basis data
tersebut berfungsi untuk menampung atau menyimpan data dimana data-data tersebut
saling berhubungan dengan satu dengan yang lain.Dari pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa basis data memiliki beberapakriteria penting antara lain:

  1. Beorientasi pada data.
  2. Data dapat digunakan oleh pemakai yang berbeda-beda atau beberapa program
    aplikasi tanpa perlu mengubah basis data.
  3. Data dalam basis data dapat berkembang dengan mudah baik volume maupun
  4. Data yang ada dapat memenuhi kebutuhan sistem-sistem baru secara mudah.
  5. Data dapat digunakan dengan cara yang berbeda-beda.
  6. Kerangkapan data minimal.

 

B.    MANFAAT DAN TUJUAN BASIS DATA

Manfaat basis data adalah untuk pengelolaan data dalam memudahkan atau menemukan kembali data yang dicari dengan cepat.

Tujuan Basis Data antara lain sebagai berikut:

  1. Kecepatan dan kemudahan (Speed). Dengan basis data dapat menyimpan data
    atau melakukan perubahan, penghapusan, penambahan, dan pemanggilan
    kembali data yang tersimpam dengan cepat dan mudah.
  2. Efisiensi ruang penyimpanan (Space). Dengan basis data penggunaan ruang
    penyimpanan data dapat dilakukan dengan melakukan meminimalisasi jumlah
    pengulangan data dan dengan menerapkan sejumlah pengkodean.
  3. Keakuratan (Accuracy). Dengan memanfaatkan pengkodean atau pembentukan
    relasi antar data, penerapan aturan atau batasan tipe data dapat diterapkan dalam
    basis data yang berguna untuk menentukan keakuratan saat input data atau
    penyimpanan data.
  4. Keamanan (Security). Sejumlah sistem (aplikasi) pengelolaan basis data tidak
    menerapkan aspek keamanan dalam penggunaannya. Akan tetapi, untuk sistem
    yang besar dan serius, aspek keamanan menjadi hal yang penting untuk
    Dengan begitu, sistem dapat menentukan siapa yang boleh
    menggunakan basis data dan menentukan jenis operasi-operasi apa saja yang
    boleh dilakukan.
  5. Terpeliharanya keselarasan data (Consistent). Apabila ada perubahan data pada aplikasi yang berbeda, secara otomatis perubahan itu berlaku untuk keseluruhan.
  6. Kebersamaan pemakaian (Sharebility). Data dapat dipakai secara bersama-sama
    oleh beberapa program aplikasi saat bersamaan.
  7. Dapat diterapkan standarisasi (Standardization). Dengan adanya pengontrolan
    yang terpusat, basis data dapat menerapkan standarisasi data yang disimpan
    sehingga memudahkan pemakaian, distribusi, maupun pertukaran data.
  8. Ketersediaan (Availability). Basis data dapat memilah data utama atau master,
    transaksi, data historyhingga data kedaluwarsa. Data yang jarang atau tidak
    digunakan lagi dapat diatur untuk dipisahkan dari sistem basis data yang aktif.
  9. Kelengkapan (Completeness). Kelengkapan sebuah data bersifat relatif, dalam
    sebuah basis data penilaian kelengkapan data sangat bergantung pada pengguna
    sehingga penilaian tidak selalu sama.

 

C.    KELEBIHAN DAN KEKURANGAN BASIS DATA

 

Kelebihan:

  1. Dapat meningkatkan kemandirian data. Sebuah basis data dapat digunakan untuk
    bermacam-macam program aplikasi tanpa harus mengubah format data yang
    sudah ada.
  2. Konsistensi data. Konsistensi data di dalam basis data dilakukan dengan cara data
    disimpan hanya sekali dalam basis data sehingga jika terjadi perubahan pada nilai
    data tersebut, perubahan hanya dilakukan satu kali dan nilai baru tersebut akan
    tersedia untuk semua pengguna.
  3. Meningkatkan aksesibilitas terhadap data dan respon yang lebih baik. Dengan
    basis data maka aksesibilitas data dan respon akan lebih baik. Hal tersebut dapat
    dicapai dengan integrasi data yang melewati batasan-batasan departemen dalam
    organisasi sehingga data dapat langsung diakses oleh pengguna.
  4. Pengendalian terhadap kerangkapan data. Data dalam sebuah basis data
    dilakukan penyimpanan dengan cara disimpan satu kali. Hal ini mengurangi
    kerangkapan data dan mengurangi biaya untuk tempat penyimpanan.
  5. Meningkatkan keamanan data. Keamanan basis data dapat melindungi basis data
    dari pengguna yang tidak memiliki otorisasi. Basis data dapat menentukan
    batasan-batasan pengaksesan data, misalnya dengan memberikan passworddan
    pemberian hak akses bagi pemakai (misalnya untuk hak akses dalam proses
    update, delete, insert, maupun select).
  6. Memperbaiki integritas data. Intergritas data mengacu pada validitas dan
    konsistensi dari data yang disimpan. Integritas biasanya diekspresikan dalam
    batasan (constraints) yang merupakan aturan yang konsisten dan tidak dapat
    Jika kerangkapan data dapat dikontrol dan kekonsistenan data dapat
    dijaga, maka data menjadi akurat.
  7. Data dapat dipakai secara bersama-sama. Data yang ada pada basis data menjadi
    milik seluruh organisasi dan dapat dipakai secara bersama oleh pengguna yang
    berwenang pada saat bersamaan.
  8. Memperoleh lebih banyak informasi dari data yang sama. Pengguna basis data
    dapat memperoleh informasi selain dari informasi rutin yang dikelolanya karena
    semua data lain berada dalam basis data yang sama. Dengan demikian, kebutuhan
    akan informasi selain dari informasi rutin dapat terpenuhi.

Kekurangan:

  1. Biayanya dapat menjadi sangat mahal karena menyangkut biaya-biaya untuk
    pembelian sekaligus perawatan hardwaredan software. Selain itu, terdapat juga
    biaya tambahan untuk untuk penyimpanan (storage), jaringan (network), dan
    lain-lain.
  2. Perancang, pengembang, Data Base Administator(DBA), dan pengguna
    akhir harus memahami secara rinci dan mendalam tentang fungsi basis data yang
    ditangani agar dapat mengambil manfaat dari basis data. Kegagalan dalam
    memanfaatkannya dapat menyebabkan kerugian yang cukup besar bagi
    organisasi atau perusahaan.
  3. Tambahan biaya konversi. Diperlukan biaya yang besar untuk berpindah dari
    aplikasi atau sistem yang lama ke dalam sistem basis data yang baru. Selain itu,
    diperlukan pula biaya untuk pelatihan staf dalam menggunakan sistem yang baru
    ini serta tambahan biaya untuk mempekerjakan staf khusus seperti DBA, dan
    lain-lain.

 

  1. TINGKATAN DATA DALAM DATABASE RELASI

Dalam suatu sistem databaserelasi, data yang tersimpan dalam DBMS
mempunyai tingkatan-tingkatannya, sebagaimana tampak dalam Gambar berikut

Tingkatan Data dalam Database Relasi

 

  1. Karakter (Character)

Merupakan bagian terkecil dalam database, dapat berupa karakter numerik (angka 0 – 9) huruf (A-Z,a-z) ataupun karakter-karakter khusus seperti *,&,%,# dan lain-lain.

  1. Field atau Attribute

\Merupakan bagian dari recordyang menunjukkan suatu item data yang sejenis,
misalnya fieldnama, fieldNIM, dan lain sebagainya. Setiap fieldharus
mempunyai nama dan tipe data tertentu. Isi dari fielddisebut Data Value. Dalam
tabledari sebuah database, fieldini disebut juga kolom.

  1. Record atau Tupple

Tuple/Recor dadalah kumpulan data valuedari attributeyang berkaitan sehingga
dapat menjelaskan sebuah entitysecara lengkap. Misal recordentitymahasiswa
adalah kumpulan data valuedari fieldnomor telepon genggam, nama, jurusan,
dan alamat per-barisnya. Dalam database, recorddisebut juga baris.

  1. Table/Entity

Entitymerupakan sesuatu yang dapat diidentifikasi dari suatu sistem database,
bisa berupa objek, orang, tempat, kejadian, atau konsep yang informasinya akan
disimpan di database. Misalnya pada sistem databaseakademik, yang menjadi
entityadalah mahasiswa, dosen, mata kuliah, dan lain-lain. Dalam aplikasinya,
penggunaan istilah entitysering disamakan dengan istilah tabel (entity = table).
Disebut tablekarena dalam merepresentasikan datanya diatur dalam bentuk baris
dan kolom. Baris mewakili 1 recorddan kolom mewakili 1 field. Kemudian
dalam sistem databasetradisional, entityatau tableini disebut juga dengan file.

Ada beberapa sifat yang melekat pada suatu tabel yaitu:

  1. Tidak boleh ada record yang sama atau kembar.
  2. Urutan recordtidak terlalu penting karena data dalam recorddapat
    diurutkan sesuai dengan kebutuhan.
  3. Setiap fieldharus mepunyai nama yang unik atau tidak boleh ada yang
  4. Setiap fieldmesti mempunyai tipe data dan karakteristik tertentu.

E.    OPERASI  DASAR  BASIS DATA

Sebagai sebuah tempat penyimpan, data dalam basis data dapat dibuat, diubah
atau dihapus. Berikut adalah operasi-operasi dasar terhadap basis data, antara lain:

  1. Pembuatan basis data baru (CREATE DATABASE). Pembuatan basis data baru
    identik dengan pembuatan lemari arsip yang baru. Sebagai contoh jika akan
    membuat database RUMAHSAKIT , maka perintah SQL nya adalah: CREATE DATABASE RUMAHSAKIT;
  2. Penghapusan basis data (DROP DATABASE). Penghapusan basis data identik
    dengan penghapusan seluruh lemari arsip sekaligus beserta isinya jika ada.
    Sebagai contoh terdapat sebuah basis data rumah sakit beserta tabel-tabel di
    dalamnya seperti tabel PASIEN, DOKTER, TRANSAKSI dan lain-lain. Maka
    perintah SQL untuk menghapus basis data RUMAHSAKIT tersebut adalah:
    DROP DATABASE RUMAHSAKIT;
  3. Pembuatan tabel baru ke suatu basis data (CREATE TABLE). Pembuatan tabel
    baru identik dengan penambahan kotak arsip baru ke sebuah lemari arsip yang
    telah ada. Misalnya dalam sebuah basis data RUMAHSAKIT yang sudah ada
    akan ditambahkan sebuah tabel baru bernama tabel PASIEN. Maka perintah SQL
    nya adalah:

CREATE TABLE PASIEN (

PasienID int,

LastNamevarchar(255),
FirstNamevarchar(255),
Addressvarchar(255),
City varchar(255));

  1. Penghapusan tabel dan suatu basis data (DROP TABLE). Penghapusan tabel
    identik dengan penghapusan kotak arsip lama yang ada di sebuah lemari arsip
    besrta isinya jika ada. Misal akan dihapus tabel PASIEN dalam basis data
    RUMAHSAKIT maka contoh perintah SQL dalam penghapusan tabel adalah:
    DROP TABLE PASIEN;
  2. Penambahan atau pengisian data baru ke sebuah tabel di sebuah basis data
    (INSERT). Misalnya akan diisi data pada tabel PASIEN dengan nilai data
    PasienID: 1, LastName: Suryadi, FirstName: Andri, Address: Jalan Pondok Cabe,
    City: Tangerang Selatan. Maka contoh SQL penambahan data tersebut ke dalam
    sebuah tabel PASIEN adalah:

INSERT INTO PASIEN (PasienID, LastName, FirstName, Address, City) VALUES (1, ‘Suryadi’, ‘Andri’, ‘Jalan Pondok Cabe’, ‘Tangerang Selatan’ );

  1. Pengambilan data dari sebuah tabel (SELECT). Pengambilan data dari basis data
    identik dengan pencarian lembaran arsip pada sebuah kotak arsip dari sebuah
    basis data. Kumpulan data di dalam tabel akan ditampilkan disebuah layar
    Sebagai contoh akan menampilkan data pasien dari tabel PASIEN
    maka contoh SQL-nya adalah: SELECT * FROM PASIEN;
  2. Perubahan atau manipulasi data dari sebuah tabel (UPDATE). Pengubahan atau
    manipulasi identik dengan perbaikan isi lembaran arsip yang ada sebuah kotak
    arsip pada sebuah basis data. Sebagai contoh data pasien dengan PasienID=1
    akan diubah alamatnya dari Jalan Pondok Cabe menjadi Jl Pondok Cabe maka
    SQL nya adalah:

UPDATE PASIEN

SET Address = ‘Jl Pondok Cabe’

WHERE PasienID=1;

  1. Penghapusan data dan sebuah tabel (DELETE). Penghapusan data identik dengan
    penghapusan sebuah lembaran arsip di sebuah kotak arsip yang ada di sebuah
    basis data. Misalnya akan menghapus pasien dengan PasienID= 1 maka SQL
    nya adalah: DELETE FROM PASIEN WHERE PasienI

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *