Penulis: Zahwa Annisa Putri , Editor: Icha Nurrohmah


Allah Swt. mewajibkan puasa atas hamba-hambaNya karena memang puasa merupakan salah satu rukun Islam yang wajib diamalkan, sebagaimana sabda Rasulullah Saw:

’’Dari Ibnu Umar berkata: Rasulullah Saw. bersabda: “Islam dibangun diatas lima (landasan); persaksian tidak ada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji dan puasa Ramadan” (HR. Bukhari)


Puasa termasuk syariat Islam yang harus tegak di atas keikhlasan. Karena itu puasa adalah rahasia antara seorang hamba dengan Rabbnya, tiada yang mengetahuinya kecuali hanya Allah Swt. Sehingga puasa mempunyai pahala yang sangat besar dan ganjaran yang sangat melimpah, karena ia merupakan pendekatan kepada Allah Swt. dalam mencari ridha-Nya. Selain dari kewajiban kepada Allah Swt. dan mengharap pahala, sebenarnya Allah Swt. memerintah sesuatu kepada hambanya dikarenakan memiliki manfaat sebab tidak ada yang Allah Swt. ciptakan dan perintahkan kepada hambanya yang sia-sia, khususnya yang berkaitan dengan puasa.


Dr. Muhammad Al-Jauhari seorang guru besar dari Universitas Kedokteran di Kairo mengatakan bahwa puasa dapat menguatkan pertahanan kulit, sehingga dapat mencegah penyakit kulit yang disebabkan oleh kuman-kuman besar yang masuk dalam tubuh manusia. Puasa juga bisa menghindarkan kita dari potensi terkena serangan jantung. Karena puasa akan mematahkan terjadinya peningkatan kadar hormon katekholamin dalam darah karena kemampuan mengendalikan diri saat berpuasa.


Puasa di bulan Ramadhan tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik, tetapi bagus juga untuk meningkatkan kesehatan mental. Manfaat puasa di bulan Ramadhan bagi kesehatan mental mungkin tidak akan kita rasakan di minggu-minggu pertama. Otak dan tubuh memerlukan waktu untuk beradaptasi terlebih dahulu sampai kita sudah terbiasa melakukannya. Setelah itu barulah kita dapat merasakan berbagai manfaat berpuasa selama Ramadhan bagi kondisi mental kita. Pertama, dapat mengatasi kecemasan dan depresi. Dr Nada Omer Mohamed Elbashir, seorang konsultan dan psikiater di RS Burjeel, Abu Dhabi mengatakan, ada kepercayaan yang berkembang tentang manfaat puasa pada kesehatan mental. Kedua, bepuasa dapat mengurangi tingkat stres. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa berpuasa di bulan Ramadhan bisa berdampak positif bagi kesehatan mental seperti mengurangi stres, kecemasan dan gejala depresi. Namun puasa juga bisa berdampak buruk bagi kesehatan mental jika mereka tidak mampu mengendalikan diri. Seperti dehidrasi dan kelelahan bisa membuat orang cepat marah, perubahan suasana hati hingga kesulitan berkonsentrasi. Selain itu perubahan pola tidur dan pola makan dapat memicu kecemasan, depresi dan stres. Beberapa orang juga melaporkan merasa kesepian karena interaksi sosial yang berubah selama bulan Ramadhan.


Dalam konteks nilai spiritual ke-Tuhan-nan, ibadah puasa memiliki nilai transenden yang menegaskan adanya interaksi yang kuat antara hamba dengan Sang Khaliq. Ibadah puasa menjadi media hubungan personal antara hamba dengan Sang Khaliq, sekaligus medium hubungan kemanusiaan. Ibadah puasa menggungah semangat kemanusiaan dalam diri umat Islam. Perasaan lapar dan dahaga yang dirasakan saat berpuasa, menjadi pesan kuat agar umat Islam berempati akan pedihnya penderitaan hidup yang dijalani orang-orang yang sehari-harinya dihantui rasa kelaparan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *